Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

[VIDEO] SUBHANALLAH !!! Kebenaran Al-Quran Terbukti Dengan Video Ini..Terpisahnya Air Laut








[VIDEO] SUBHANALLAH !!! Kebenaran Al-Quran Terbukti Dengan Video Ini..Terpisahnya Air Laut
[VIDEO] SUBHANALLAH !!! Kebenaran Al-Quran Terbukti Dengan Video Ini..Terpisahnya Air Laut

Salah satu fenomena yang ada di dunia dan membuat kagum para peneliti maupun masyarakat adalah terpisahnya dua lautan yang berada di Selat Gibraltar.

Selat Gibraltar sendiri menjadi pemisah antara benua Afrika dengan Eropa dan terletak antara Maroko dan Spanyol.

Salah satu fenomena yang ada di dunia dan membuat kagum para peneliti maupun masyarakat adalah terpisahnya dua lautan yang berada di Selat Gibraltar.

Selat Gibraltar sendiri menjadi pemisah antara benua Afrika dengan Eropa dan terletak antara Maroko dan Spanyol.

Salah satu fenomena yang ada di dunia dan membuat kagum para peneliti maupun masyarakat adalah terpisahnya dua lautan yang berada di Selat Gibraltar.

Selat Gibraltar sendiri menjadi pemisah antara benua Afrika dengan Eropa dan terletak antara Maroko dan Spanyol.


Selasa, 14 Februari 2017

Nyamar Jadi Turis, Panglima TNI : Militer China dan Amerika Sudah Kepung Indonesia










Nyamar Jadi Turis, Panglima TNI : Militer China dan Amerika Sudah Kepung Indonesia
Nyamar Jadi Turis, Panglima TNI : Militer China dan Amerika Sudah Kepung Indonesia

Kabar mengejutkan keluar dai Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Beliau menyebutkan, posisi Indonesia saat ini dalam kondisi perspektif ancaman. Dalam perspektif itu, Indonesia dalam kepungan negara barat seperti Amerika Serikat, China  dan negara-negara tetangga.

Saat ini, posisi yang perlu diwaspadai, kata dia, adalah keberadaan Masela di Maluku Tenggara. Posisi Masela diketahui tidak jauh dari Timor Leste dan mengarah ke Darwin, Australia.

“Dekat Darwin ada 1.500 marinir Amerika di sana. Akan ditingkatkan menjadi 2.500, tentunya kita bertanya, kenapa ke situ, emangnya pesiar,” kata Gatot di acara Indonesianisme Summit di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu 10 Desember 2016.

Sementara itu, Australia sedang membangun pangkalan pendaratan di sekitar wilayah yang sama. Gatot mengaku setelah mendapat informasi itu, dirinya langsung mengecek ke lapangan.

Gatot bertolak ke Darwin dan mencoba melihat ke dekat lokasi menggunakan boat sewaan.

“Ke sana saya pura-pura kunjungan ke Darwin, satu setengah jam saya menyewa boat pariwisata. Saya melihat dua pangkalan militer sudah jadi. Padahal Australia adalah negara kontinental, untuk apa marinir,” ujarnya.

Ia mengingatkan lagi mengenai lepasnya Timor Timur yang kini menjadi Timor Leste.

“Kita tidak tahu bahwa sebenarnya yang diperebutkan di Timor Leste adalah Greater Sunrise, di Laut Timor yang kaya akan energi itulah yang diperebutkan,” kata Gatot.

Panglima TNI mengingatkan agar jangan sampai Masela ini lepas seperti kasus Timor Leste. “Blok Masela pun kalau tidak waspada seperti ini,” tuturnya.

Ancaman lain adalah konflik Laut China Selatan (LCS). Ia mencontohkan, tiga kapal nelayan China yang ditangkap Armabar TNI AL, semuanya dikawal kapal coast guard negara itu.

“Berarti China mengakui itu adalah pantainya, maka nelayan dikawal oleh penjaga pantai,” katanya.

Belum lagi, Gatot menyayangkan ngototnya China dan Presiden Xin Jinping untuk menolak keputusan arbitrase yang memenangkan gugatan Filipina atas bagian di LCS tersebut.

Sementara itu, dari negara-negara tetangga, Gatot menyoroti adanya latihan militer bersama negara-negera persemakmuran Inggris beberapa waktu lalu, yakni Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura.

Kita pernah punya masalah sama mereka semuanya. Kemarin mereka sudah menjadi pakta pertahanan dengan mengadakan latihan bersama, melibatkan tiga ribu personel, 71 pesawat, 11 kapal,” ujar Gatot.

Gatot merasa tidak sreg dengan langkah tersebut dan memprotes aksi tersebut.

“Jadi, wilayah Indonesia sudah dikepung oleh orang atau negara-negara yang punya kepentingan. Tidak ada sahabat dalam kompetisi global. Diplomasi ya diplomasi, tapi ujungnya kepentingan mereka yang diutamakan,” katanya.

Senin, 13 Februari 2017

HEBOOHH Gadis 8 Tahun Meninggal Setelah di "Nikahkan" dengan Om 40 Tahun! Ternyata Ini Penyebabnya sangat MNGEJUTKAN??? BACA SLENGKABNYA....









HEBOOHH Gadis 8 Tahun Meninggal Setelah di "Nikahkan" dengan Om 40 Tahun! Ternyata Ini Penyebabnya sangat MNGEJUTKAN??? BACA SLENGKABNYA....
HEBOOHH Gadis 8 Tahun Meninggal Setelah di "Nikahkan" dengan Om 40 Tahun! Ternyata Ini Penyebabnya sangat MNGEJUTKAN??? BACA SLENGKABNYA....


“Semua pakar ilmu, yang pandangannya kami hapal, sudah setuju, kalau seseorang bapak yang menikahkan anak gadisnya yang masihlah kecil hukumnya mubah (sah). ”1
Satu diantara alasantasi yang digunakan yaitu firman Allah SWT yang menyatakan :

وَاللائِي يَئِس�'نَ مِنَ ال�'مَحِيضِ مِن�' نِسَائِكُم�' إِنِ ار�'تَب�'تُم�' فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَش�'هُرٍ وَاللائِي لَم�' يَحِض�'نَ وَأُولاتُ الأح�'مَالِ أَجَلُهُنَّ أَن�' يَضَع�'نَ حَم�'لَهُنَّ وَمَن�' يَتَّقِ اللهَ يَج�'عَل�' لَهُ مِن�' أَم�'رِهِ يُس�'رًا
“Perempuan-perempuan yg tidak haid lagi (monopause) diantara perempuan-perempuanmu bila anda bebrapa sangsi (mengenai saat iddahnya), jadi saat iddah mereka yaitu tiga bln. ; serta begitu (juga) perempuan-perempuan yang belum haid. Serta perempuan-perempuan yang hamil, saat iddah mereka itu ialah hingga mereka melahirkan kandungannya.
Siapa siapa yang bertakwa pada Allah, pasti Allah jadikan baginya kemudahan dalam masalahnya. ”

(Q. s. at-Thalaq 65 : 04)
Allah menetapkan perempuan dengan predikat : wa al-la’i lam yahidhna (yang

belum haid) dengan ‘iddah selama 3 bln., sesaat ‘iddah 3 bln. itu cuma berlaku untuk perempuan yang ditalak atau difasakh, jadi ayat ini jadi dalalah iltizam, kalau perempuan yang dijelaskan tadi sebelumnya sudah dinikah, lalu ditalak atau difasakh.

Diluar itu, juga hadits yang dituturkan oleh Aisyah —radhiya-Llahu ‘anha— dari Hisyam, dari ayahnya (‘Urwah), yang menyatakan :

تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ وَأَنَا اِب�'نَةُ سِتٍّ، وَبَنَي بِي�' وَأَنَا اب�'نَةُ تِس�'عٍ (متفق عليه)
“Saya dinikahi oleh Nabi saw. saat saya gadis berusia enam th., serta baginda membawa saya, saat saya berumur sembilan th.. ”
(H. r. Muttafaq ‘Alaih)

Selain redaksi diatas, juga ada kisah lain, yang di keluarkan oleh Bukhari serta Muslim, dari ‘Urwah dari Aisyah, yang menyatakan :

تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِن�'تُ سَب�'عِ سِنِينَ وَزُفَّت�' إِلَي�'هِ وَهِيَ بِن�'تُ تِس�'عِ سِنِينَ وَلُعَبُهَا مَعَهَا وَمَاتَ عَن�'هَا وَهِيَ بِن�'تُ ثَمَانَ عَش�'رَةَ (متفق عليه)
“Nabi menikahi beliau (Aisyah) saat beliau berusia tujuh th.. Penikahan beliau dengan Nabi diumumkan saat beliau berusia sembilan th., saat beliau masihlah menggendong mainannya. Nabi meninggalkan beliau (wafat), saat beliau berumur delapan belas th.. ”
(H. r. Muttafaq ‘Alaih)

Ibn Hazm, mengutip pendapat Abu Muhammad, kalau argumentasi yang dipakai untuk melegalkan aksi orang tua menikahkan anak perempuannya dibawah usia yaitu aksi Abu Bakar —radhiya-Llahu ‘anhu— menikahkan Aisyah ra. dengan Nabi saw. saat beliau Aisyah berumur enam th.. Ini adalah kisah yang populer, serta tak perlu dikemukakan lagi isnad-nya.

Tetapi, Ibn Hazm juga mengutip pendapat Ibn Syubramah, yang menyatakan, kalau tak bisa menikahkan anak dibawah usia hingga akil baligh, serta menegaskan kalau pernikahan Nabi saw. dengan Aisyah ra. itu adalah kekhususan untuk Nabi, tidak untuk yang lain.

Pendapat ini sudah digugurkan dengan beberapa fakta pernikahan beberapa teman dekat dengan perempuan dibawah umum, seperti yang dikerjakan oleh ‘Umar bin al-Khatthab saat menikahi Ummu Kaltsum, putri ‘Ali bin Abi Thalib, serta Qudamah bin Math’ghun yang menikahi putri Zubair.

Sekitar Hadits Pernikahan ‘Aisyah
Hadits itu, selain di keluarkan oleh Bukhari serta Muslim, juga dikeluarkan oleh an-Nasai. Bedanya, an-Nasai bukan sekedar menuturkan terus-terusan lewat jalur Hisyam dari ayahnya, ‘Urwah, tetapi juga jalur Abu ‘Ubaidah serta al-Aswad.

Bila mengkaji lafadz ke-2 hadits diatas memanglah ada ketidaksamaan ; Lafadz pertama menyatakan, Nabi menikah dengan Aisyah saat berusia enam th.. Sedang lafadz ke-2, menyebutkan, kalau Nabi menikah dengan Aisyah saat berusia tujuh th.. Cuma saja, dalam memastikan mana yang lebih kuat ; apakah pembicaraan Aisyah sendiri, atau rangkuman perawi? Pasti, yang paling kuat yaitu pembicaraan pelaku segera. Sebab ini bukanlah kesimpulan perawi, namun pembicaraan segera pelakunya, yang alami sendiri momen itu. Karenanya, kisah yang menyatakan, kalau Aisyah dinikahi oleh Nabi dalam umur enam tahunlah yang paling kuat. Ini dari sisi matan (redaksi) hadits Mengenai dari sisi sanad, ke-2 hadits diatas yaitu sama-sama adalah hadits sahih, yang diriwayatkan oleh Bukhari serta Muslim. Bila diliat dari sisi sanad, ke-2 hadits itu dapat masuk dalam katagori hadits mu’an’an, yang dalam lazimnya aturan periwayatan hadits termasuk juga dalam grup hadits dhaif. Tetapi, spesial masalah hadits mu’an’an dalam Shahih al-Bukhari serta Muslim, dikecualikan dari aturan itu. Dengan kata lain, hadits mu’an’an dalam Shahih al-Bukhari serta Muslim tetaplah dikira oleh beberapa pakar hadits sebagai hadits sahih. Diluar itu harus juga dicatat, kalau aturan atau teori hadits itu baru nampak terakhir, jauh sesudah munculnya Shahih al-Bukhari serta Muslim. Karenanya, hadits pernikahan Aisyah dengan Nabi saw. itu terang adalah hadits sahih, yang kesahihannya tak pantas diperdebatkan lagi. Diluar itu, arti hadits itu juga tak bertentangan dengan nas yang qath’i, seperti al-Qur’an, surat at-Thalaq : 4, malah sama-sama menguatkan.

Status Perawi Hadits Aisyah
Tentang status Hisyam (w 145 H), yang konon baru meriwayatkan hadits ini di usianya ketujuhpuluh th., serta itu juga dituturkan ketika di Irak, jadi mesti di teliti :
Pertama, dalam konteks ada’ (penyampaian) kisah, tak ada larangan seorang menyampaikan kisah di umur senja. Pasti dengan catatan, kalau aspek ingatan (dhabt) -nya tak ada masalah. Dalam masalah periwayatan Hisyam di Irak, yang dipersoalkan oleh pakar hadits yaitu ketidakkonsistenan Hisyam dalam mengemukakan jenis periwayatan.

Beliau terkadang mengatakan : haddatsani abi, yang bermakna Hisyam mendengar segera dari ayahnya, dalam posisi beliau telah menyiapkan materi hadits serta menghapalnya. Terkadang beliau menyampaikan : akhbarani abi, yang berari hadits itu dibacakan oleh ayahnya. Terkadang beliau mengatakan : yaqulu li abi, yang bermakna beliau dengarkan hadits itu dari ayahnya, tanpa ada persiapan serta hapalan terlebih dulu.

Tetapi, pada umumnya Hisyam, seperti pembicaraan Ibn Hibban, dalam kitabnya, ats-Tsiqat, yaitu orang yang terpercaya (mutqin), wara’, mulia (fadhil) serta hafidh.

Ke-2, tak ada bukti satu juga yang dapat memastikan, kalau hadits Aisyah itu dituturkan oleh Hisyam di usianya yang senja, atau saat beliau geser ke Irak. Karenanya, catatan Ya’kub bin Syibah, mengenai keadaan Hisyam di Irak : “Hisyam yaitu tsiqah, yang tak ada penolakan sedikit juga pada kisah yang datang darinya, kecuali sesudah dia menetap di Irak. ”

tak dapat dipakai untuk mejustifikasi, kalau hadits pernikahan Aisyah itu tak kredibel. Sebab, semua pakar hadits serta biografi perawi setuju, kalau hadits Hisyam tetaplah kredibel, terlebih hadits yang ada dalam kitab Shahih. Satu diantaranya, dapat kita saksikan pernyataan Ibn Kharrasy : “Hisyam yaitu orang yang jujur (shaduq), di mana haditsnya banyak masuk didalam kitab Shahih. ”

Bila rangkuman hadits pernikahan Aisyah itu ditarik pada posisi Hisyam sesudah geser ke Irak serta di usianya yang senja, jadi penarikan rangkuman seperti ini tak didasarkan pada kenyataan, tetapi cuma anggapan. Karena itu, rangkuman hadits itu tak kredibel, lantaran aspek Hisyam, ini merupakan rangkuman logika mantik. Berikut sesungguhnya yang terjadi. Karenanya, langkah berpikir seperti ini begitu fatal.

Berapakah Usia Aisyah saat Menikah?
Dalam konteks ini memanglah ada dua kisah ; penuturan Aisyah sendiri, yang menyebutkan dinikahi oleh Nabi saat berumur enam th., serta penuturan ‘Urwah, yang menyebutkan tujuh th.. Dalam konteks matan, seperti yang dikemukakan diatas, jadi pembicaraan Aisyah pasti lebih kuat, daripada pembicaraan tak segera yang disampaikan oleh ‘Urwan. Diluar itu, ketidaksamaan seperti ini tidaklah terlalu mendesak, mengingat selisih saat kerapkali terjadi, lantaran lain pijakan dalam perhitungannya. Akan tetapi, dua kisah ini dapat dapat dikompromikan, seperti yang dikerjakan oleh Ibn Hajar, hingga dapat disimpulkan, kalau Aisyah sudah berumur enam th., masuk th. ketujuh.

Tetapi, ada rangkuman lain yang dikembangkan, seakan-akan Aisyah berumur tujuhbelas, delapanbelas atau sembilanbelas th.. Rangkuman seperti ini pasti tak memiliki pijakan faktual, terkecuali asumsi mantik. Sebagai contoh, pernyataan at-Thabari : “Semua anak Abu Bakar dilahirkan pada saat Jalihiyah dari dua isterinya. ”

Dengan anggapan ini, jadi Aisyah juga diklaim sudah lahir pada saat pra Islam. Walau sebenarnya, menurut kisah yang sahih, seperti dinyatakan oleh Ibn Hajar, dalam al-Ishabah fi Tamyiz as-Shahabah, Aisyah dilahirkan pada th. ke empat atau ke lima bi’tsah.

Menarik Aisyah dalam katagori “semua anak” Abu Bakar terang bertentangan dengan kenyataan, kalau Aisyah berbeda dengan anak-anak Abu Bakar yang lain, di mana Aisyah dilahirkan sesudah bi’tsah, sesaat yang lain terlebih dulu.

Kesimpulan-kesimpulan mantik seperti ini sesungguhnya tak susah dipatahkan, saat rangkuman ini terbukti bertentangan dengan kisah yang sahih. Bukanlah demikian sebaliknya, kisah yang sahih malah diruntuhkan dengan memakai beberapa kesimpulan yang di bangun lewat logika mantik. Wallahu a’lam.

sumber : https :// indotoday12h. blogspot. co. id

Kamis, 09 Februari 2017

Subhanallah !!! Inilah Pesan Dari Penjaga Makam Rosulullah Yang Menggemparkan Dunia...Jangan Kaget Bacanya..SEBARKAN !!!












Subhanallah !!! Inilah Pesan Dari Penjaga Makam Rosulullah Yang Menggemparkan Dunia...Jangan Kaget Bacanya..SEBARKAN !!!
Subhanallah !!! Inilah Pesan Dari Penjaga Makam Rosulullah Yang Menggemparkan Dunia...Jangan Kaget Bacanya..SEBARKAN !!!

Waktu masih kecil, tepatnya masih belajar di bangku SD saya sering mendapatkan selebaran kertas foto kopian yang isinya adalah pesan dari penjaga makam Rasulullah. Entah berapa kali saya sering melihat selebaran kertas berisi 'Pesan dari Penjaga Makam Rasulullah' tersebut, Yang pasti lebih dari sepuluh kali. Anehnya di paragraf-paragraf terakhir selebaran tersebut ada pesan 'ancaman' bagi yang tidak mau menyebarkannya pasti akan terkena bencana.

Apakah saya ikut menyebarkannya? Tentu saja tidak!, Apa gunanya? Ingin membuat orang lain takut dengan ancaman bencana atau celaka jika tidak menyebarkannya? Naudzubillah.

Nah, Akhir-akhir ini 'Pesan dari Penjaga Makam Rasulullah' tersebut hadir kembali melalui SMS, bukan lagi berupa selebaran, dan tidak menutup kemungkinan akan berevolusi menjadi E-mail SPAM!

Isi selebaran aslinya (yang dulu ditulis dengan tangan) juga sedikit berbeda dengan selebaran yang sering saya lihaat (versi foto copy pakai bahasa Indonesia), apalagi dengan SMS masa kini karena adanya pindah tangan dari orang ke orang walaupun isinya kurang lebih sama, yaitu berupa pembohongan dan pembodohan terhadap umat!

Kurang lebih isi 'Pesan dari Penjaga Makam Rasulullah' adalah sebagai berikut:

Berita Penting

Kutipan Surat: Untuk seluruh ummat Islam di seluruh dunia, Surat ini datang dari: Syech Ahmad di Madinah - Arab Saudi

"Aku bersumpah dengan nama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW"

Wasiat untuk semua ummat Islam dari Syech Ahmad penjaga makam Rasulullah SAW, mengatakan sebagai berikut; “... pada waktu malam tatkala hamba sedang membaca Al Qur’an di makam Rasulullah SAW dan hamba sempat tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba berjumpa dengan Rasulullah SAW dan beliau bersabda :

Didalam 60.000 orang yang meninggal dunia tidak seorangpun yang mati beriman; (1). Seorang istri tidak lagi mendengarkan kata-kata suaminya, (2). Orang kaya tidak lagi memikirkan nasib orang miskin dan (3). sudah banyak sekali yang tidak menunaikan zakat, sholat dan berbuat kebajikan. Oleh sebab itu wahai Syech Ahmad, sadarkanlah semua orang Islam agar segera berbuat kebaikan dan kebajikan.

Demikianlah pesan Rasulullah SAW, kepada hamba. Berdasarkan wasiat tersebut maka hamba berpesan kepada segenap ummat Islam:

Bersholawatlah untuk Rasulullah SAW, bertaubatlah dengan segera, dirikanlah sholat lima waktu, jangan sekali-kali meninggalkan zakat dan berpuasalah di bulan Ramadhan dan bila mampu tunaikanlah ibadah haji.
Baca Juga : Subhanallah !!! Malaikat Maut Menangis Saat Mencabut Nyawa Wanita Ini,!! Siapakah Dia..???Dan Berikut Penjelasannya..!!!

PERHATIAN: Bagi siapa saja yang membaca surat ini hendaklah menyalin/mengcopy-nya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/kiamat. Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al Qur'an akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.

Dan Barang siapa yang menyebarkan surat ini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung, setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya.Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang surat ini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatuharta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya.

Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan surat ini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar.Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki yang tiada disangka-sangka.

Surat ini ditulis S.T. STAVIA sejak itu surat ini menjelajah dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda. Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda, KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI !

Seorang saudagar dari Bombay telah menyalin surat ini dan menyebarkannya, dalam waktu singkat (dua minggu setelah itu) dia mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Dan seorang temannya ada yang menyepelekan wasiat ini, akibatnya tak lama kemudian mereka terkena musibah dan anaknya meninggal.

Tuan Mustofa (mantan Menteri Nasabah Malaysia) menerima wasiat ini pada tahun 1973 tetapi tidak disebarkannya, tak lama kemudian dia dipecat. Dan lalu teringat akan wasiat ini, maka segera dia salin sebanyak 20 lembar untuk disebarkannya, tak lama kemudian dia diangkat kembali menjadi menteri.

Menteri kabinet Ali Bhutto juga menerima wasiat ini tetapi tidak mengindahkannya, tak lama kemudian dia diberikan pemecatan/digulingkan dari kekuasaannya dan akhirnya dihukum mati.

Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar anda tidak merahasiakannya.

Saya berharap kepada anda, agar jangan sekali-kali meremehkan wasiat dari Rasulullah SAW. Seorang yang mencintai agamanya hendaknya ia beriman pada hari pembalasan yang pasti akan segera tiba.
Baca Juga : Kisah Dahsyat Dari Keutamaan Sholawat Nabi

****************

Perlu kita ketahui, Bahwa 'Pesan dari Penjaga Makam Rasulullah' diatas adalah salah satu bentuk penipuan dan pembodohan terhadap umat. Ada banyak kejanggalan di dalamnya. Antara lain:

1. Di antara isi wasiat yang didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi Muhammad. itu berkaitan tentang dekatnya hari kiamat. Padahal tidak usah lewat wasiat itu pun kita sudah tahu bahwa hari kiamat memang telah dekat. Ada banyak hadits yang menerangkan bahwa kiamat sudah dekat, Salah satunya adalah sebagai berikut.

Anas dan Sahl bin Sa’ad berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq ‘alaih)


2. Isi wasiat tersebut justru merupakan indikasi yang memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan.

Sebab, isi wasiat itu justru berupa ancaman dan upaya menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya. Misalnya bahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati dan hartanya akan habis.

Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia pun yang akalnya normal, Bahkan terhadap kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya pun tidak ada perintah bahwa orang yang membacanya harus menulisnya setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain. Jika tidak, akan terkena musibah.

Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.

Bahkan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah pun tidak ada main ancam dengan pola demikian. Bagaimana bisa ada wasiat yang isinya main ancam?

Secara logika tentu sudah tidak bisa diterima. Apalagi logika seorang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa seseorang yang menyebarluaskan wasiat tersebut telah mendapat rezeki sekian puluh ribu rupiah. Padahal untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada kabar burung seperti dalam wasiat itu adalah merupakan upaya untuk menyesatkan dan menyelewengkan akal pikiran umat Islam.

Syekh Maulana Said Adam Umar yang sudah lima dasawarsa berkhidmat sebagai pengurus (khadim) makam Rasulullah SAW dan Masjid Nabawi madinah menjelaskan sebagai berikut,

Itu bohong dan dosa besar orang yang melakukannya. Kejadian serupa pernah berlangsung di Madinah puluhan tahun silam. Di Madinah sendiri banyak orang yang percaya itu. Kalau Anda mendapatkan selebaran itu, disobek-sobek saja. Tidak akan terjadi apa-apa. Tidak akan celaka, karena itu bohong.

Baca Juga : Subhanallah! Janji Allah Itu Pasti, Inilah KEDAHSYATAN AYAT KURSI Yang Mampu Melebihi Keagungan Langit Dan Bumi.. Tolong Sebarkan!
Di selebaran itu tertanda nama Syekh Ahmad. Sudah 51 tahun saya bertugas di makam Nabi dan saat ini menjadi kepala, tidak pernah ada penjaga makam yang bernama Ahmad. Saya yakin itu perbuatan musuh-musuh Islam. Mereka hendak merusak keimanan kita melalui penyebaran khurafat.

Syekh Abu Bakar Jazairi, seorang ahli tafsir di Madinah, pernah mengatakan selebaran seperti itu dari musuh-musuh Islam yang sengaja disebarkan untuk merusak akidah umat. Bayangkan, apa yang terjadi jika praktik-praktik syirik merebak di Makkah dan Madinah. Kalau kita percaya selebaran itu, umat Islam dari seluruh dunia jauh-jauh datang ke tanah suci hanya akan tertular perbuatan syirik.

Menurut Allah yarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah antara tahun 1967- hingga 1979, tidak ada penjaga makam bernama Syekh Ahmad antara tahun 1881 hingga 1979.

Berikut adalah perbincangan lengkap antara dengan Syekh Maulana Said Adam Umar dengan dua kontributor Republika, Damanhuri Zuhri dan Ali Rido.

Sejak kapan Anda menjadi penjaga makam Rasulullah SAW?

Kurang lebih sudah 51 tahun.

Apa yang mendorong Anda untuk berkhidmat sebagai penjaga makam Rasul?

Sejak kecil selama di Habasyah (Ethiopia), saya dibimbing oleh ulama-ulama, guru-guru yang saleh, serta wali Allah. Mereka mengajarkan Alquran dan sirah (riwayat hidup--Red) Rasulullah SAW. Ketika masih mempelajari sirah Nabi SAW itu, saya sudah berharap memiliki kesempatan ke Masjid Nabawi. Begitu guru saya meninggal dunia, saya sudah berketetapan hati menuju Masjid Nabawi. Akhirnya, kesempatan itu datang, dan langsung saya mengajukan diri ke Kerajaan Saudi sebagai penjaga Makam Rasul dan Masjid Nabawi. Alhamdulillah saya mendapatkan izin.

Bagaimana proses pendaftarannya ketika itu dan apa saja syaratnya?

Ketika itu tidak ada syarat-syarat yang ditetapkan. Siapa pun bisa mengajukan diri ke pihak Kerajaan Saudi. Waktu zaman saya dulu, masih sedikit orang yang mau mengurus makam Rasulullah. Jadi, sangat mudah untuk mendapatkan tugas itu. Berbeda dengan sekarang, sudah banyak sekali aturan.

Berapa jumlah keseluruhan penjaga makam Rasulullah?

Dulu jumlahnya sampai ratusan. Paling sedikit 80 orang. Sekarang hanya tinggal 10 orang dan sebagian besar dari Habasyah. Orang-orang Habasyah ini, sekitar 200 tahun lalu, sudah diberikan tugas secara khusus oleh Kekhalifahan Turki Ustmani untuk menjaga Masjid Nabawi. Adapun kewajiban sepuluh orang itu, di antaranya ada yang bertugas memberikan tongkat kepada khatib ketika shalat Jumat, ada yang bertugas membuka pintu mimbar, dan ada yang bertugas menjaga keharuman masjid.

Jika ada orang Indonesia yang hendak berkhidmat di Masjid Nabawi, apa bisa?

Dulu orang Indonesia atau orang mana saja bisa, asalkan mendapatkan persetujuan dari Kerajaan. Tapi, untuk saat ini sudah tidak bisa. Sebenarnya, siapa pun yang hendak mencari kemuliaan tidak mesti menjadi khadim (pengabdi) Masjid Nabawi. Kemuliaan bisa didapat dari mana-mana. Kalau mau mengabdikan diri di masjid-masjid di Indonesia pun, insya Allah mendapatkan kemuliaan. Mereka yang hidup untuk masjid, saya yakin kehidupannya akan bertambah bahagia, semua urusannya lancar dan diberikan kesehatan jasmani dan rohani.

Bagaimana Kerajaan Arab Saudi memuliakan para penjaga makam Nabi?

Kerajaan Saudi sangat memuliakan orang yang mengikhlaskan diri untuk agama dan mengabdi untuk Al-Haramain (Makkah dan Madinah--Red). Dari segi materi, kami tidak mengharapkan apa-apa. Tetapi Alhamdulillah, sampai saat ini kebutuhan hidup kami diperhatikan oleh Kerajaan dan kami tidak kekurangan suatu apa pun.

Siapa saja selain penjaga makam yang diperbolehkan masuk ke dalam makam?

Siapa pun boleh kalau mendapatkan izin dari pihak Kerajaan. Biasanya, mereka itu tamu-tamu negara. Misalnya, presiden Indonesia.

Bisa Anda gambarkan bagaimana kondisi makam Rasul saat ini?

Dulu makam Rasulullah tidak di dalam masjid, tetapi di rumah Aisyah. Makam Rasul seperti halnya makam-makam di Baqi', berupa gundukan tanah setinggi kira-kira dua jengkal. Saat itu banyak kotoran hewan dan manusia di sekitar makam, maka Khalifah Abdul Malik ibnu Marwan dengan persetujuan ulama memasukkan makam itu ke dalam Masjid Nabawi.

Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz dibangun tembok sekitar makam. Di dalamnya ada makam Rasul, Abu Bakar, dan Umar. Di sebelah makam Rasul, ada makam Abu Bakar yang agak ke bawah, kira-kira kepala beliau di bagian pinggang Nabi, dan makam Umar lebih ke bawah lagi.

Kita tidak tahu persis di arah mana makam Nabi karena temboknya berbentuk segitiga dan sangat tinggi, sekitar 5 meter. Satu-satunya celah untuk melihat makam secara langsung yaitu dari atap kubah hijau. Tetapi, untuk naik ke sana tidak ada jalan. Perlindungan semacam ini untuk menghindari penyembahan terhadap Nabi. Rasulullah SAW sendiri pernah berdoa, ''Ya Allah jangan jadikan kuburku sebagai tempat beribadah.'' Jadi, sudah jelas bahwa Rasulullah melarang kita beribadah di makam beliau.

Apa upaya yang dilakukan Kerajaan untuk menjamin keamanan makam?

Pengamanan sangat ketat dalam 24 jam. Ada pasukan khusus untuk menjaga makam dan Masjid Nabawi. Kita tidak ingin ada upaya pencurian jasad Nabi seperti yang pernah terjadi sekitar abad ke-8 Hijriah silam. Seorang Yahudi membuat lubang di sebuah rumah sewaan di sekitar Masjid Nabawi untuk mengambil jasad Rasulullah SAW.

Dalam cerita itu, ada seorang wali Allah di Madinah yang bermimpi didatangi Rasulullah dan diberi tahu ada orang di dalam lubang mau membawa jasadnya. Begitu dia bangun, diceritakan mimpi itu. Setelah dicari, akhirnya ditemukan. Penggalian lubang sudah dekat dengan jasad Nabi. Pelakunya kemudian ditangkap dan dihukum mati.

Pengalaman apa yang paling berkesan selama 51 tahun Anda berkhidmat di makam Nabi?

Banyak sekali hal yang membuat saya semangat dan bahagia. Saya selalu mempelajari sejarah dan riwayat hidup Rasulullah SAW. Kegiatan saya yang lain membersihkan area sekitar makam dan memberi wangi-wangian. Kadang-kadang saya menangis karena ada sesuatu yang sebelumnya tidak saya pikirkan, tiba-tiba saya merasa bahagia.

Saya begitu bangga diberikan kesempatan seperti ini. Semakin lama bertugas sebagai khadim makam Rasul, semakin saya merasakan iman saya bertambah, hati semakin tenang, dimuliakan oleh raja Kerajaan Saudi, juga raja-raja dari negeri Islam di mana-mana. Saya pernah diundang oleh Raja Maroko. Raja Maroko itu masih keturunan ahlul bait juga. Kalau beliau berkunjung ke Madinah pasti menemui saya.

Pernah bermimpi bertemu dengan Rasul?

Untuk bermimpi bertemu dengan rasul tidak harus menjadi penjaga makam beliau. Siapa pun yang mendekatkan diri kepada Allah dan banyak membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW, Allah akan memberikan kemuliaan kepadanya. Mimpi bertemu dengan Nabi SAW merupakan suatu kebanggaan dan pengalaman yang luar biasa. Itu bagian dari manisnya iman. Di akhirat nanti pun, orang-orang yang mendapatkan syafaat dari Nabi adalah mereka yang selalu bershalawat kepadanya.

Di Indonesia beredar selebaran maupun pesan lewat telepon seluler yang bertuliskan dari seorang penjaga makam Rasul bermimpi bertemu Nabi SAW. Ada peringatan, bagi yang menerimanya wajib menyebarkan kepada masyarakat. Kalau tidak ia akan celaka. Benarkah itu dari penjaga makam Rasul?

Itu bohong dan dosa besar orang yang melakukannya. Kejadian serupa pernah berlangsung di Madinah puluhan tahun silam. Di Madinah sendiri banyak orang yang percaya itu. Kalau Anda mendapatkan selebaran itu, disobek-sobek saja. Tidak akan terjadi apa-apa. Tidak akan celaka, karena itu bohong. Di selebaran itu tertanda nama Syekh Ahmad. Sudah 51 tahun saya bertugas di makam Nabi dan saat ini menjadi kepala, tidak pernah ada penjaga makam yang bernama Ahmad.

Saya yakin itu perbuatan musuh-musuh Islam. Mereka hendak merusak keimanan kita melalui penyebaran khurafat. Syekh Abu Bakar Jazairi, seorang ahli tafsir di Madinah, pernah mengatakan selebaran seperti itu dari musuh-musuh Islam yang sengaja disebarkan untuk merusak akidah umat. Bayangkan, apa yang terjadi jika praktik-praktik syirik merebak di Makkah dan Madinah. Kalau kita percaya selebaran itu, umat Islam dari seluruh dunia jauh-jauh datang ke tanah suci hanya akan tertular perbuatan syirik. Mengenai syirik, bukankah banyak pengunjung makam yang melemparkan kertas ke area makam memohon sesuatu dari Rasul?

Memang banyak yang melakukan hal itu. Setelah mereka pergi, kertas-kertas itu saya sapu dan saya buang ke tempat sampah.

Apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh para peziarah?

Sebaiknya yang berziarah ke makam Nabi SAW mengucapkan 'Assalamualaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh'. Lebih baik lagi kalau lebih dari itu, misalnya, ''Aku bersaksi engkau ya Rasulullah adalah utusan Allah SWT yang sudah menyampaikan seluruh amanat yang diberikan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan Islam. Engkau sudah memberikan petunjuk kepada kami menuju jalan yang lurus. Mudah-mudahan Allah memberikan pahala yang sangat luas.'' Kita ucapkan itu dengan penuh hormat dan tidak mengeraskan suara. Setelah itu, hendaknya mengucapkan salam kepada Abu Bakar As-Siddiq, kemudian kepada Umar bin Khathab, dan mendoakan mereka.

Selanjutnya, kita berdoa menghadap ke kiblat, bukan ke kuburan. Doa itu haknya Allah. Oleh karena itu, kita kembali kepada Allah SWT dan memohon kepada-Nya. Tidak usah meratap di pagar makam. Pagar-pagar itu baru, tidak pernah disentuh Nabi, jadi tidak bertuah apa-apa.

Kecuali jika benda-benda yang pernah dimiliki Rasulullah SAW, seperti bajunya, pedangnya, sisirnya, dan rambutnya. Ada riwayat bahwa dahulu para sahabat bertawasul dengan rambut Rasulullah untuk mengobati orang sakit. Dengan izin Allah bisa sembuh. Ini memang wajar, karena ada keberkahan dari Rasulullah SAW. Tetapi, untuk pagar makam tidak ada berkah.

Apakah Anda mengamati bagaimana perilaku peziarah dari Indonesia?

Umat muslim Indonesia dikenal di Madinah sebagai jamaah yang paling lembut dan mudah diatur. Kami paling senang kalau menerima jamaah haji asal Indonesia. Kalau jamaah dari negara lain banyak menimbulkan masalah. Jamaah Indonesia membawa kemuliaan, membawa nama baik bagi bangsanya.

Kami berdoa semoga Allah SWT menjadikan Indonesia negeri yang aman, tenang, dan dianugerahi pemimpin yang bertakwa agar dia bisa membawa amanat Allah dan rakyatnya.

Syekh Umar lantas berpesan kepada kaum Muslimin untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Minimal 10 kali dalam sehari. “Barang siapa yang mengucapkan shalawat, maka akan diangkat dosanya dan dimudahkan kehidupannya,” kata Syekh Umar.

Ia menambahkan, Allah SWT saja memberikan shalawat kepada Nabi. “Jadi, orang yang paling bakhil atau pelit adalah orang yang tidak membaca shalawat kepada Rasulullah,” pungkasnya.

Baca Juga :



Selasa, 07 Februari 2017

SUBHANALLAH !!! Berdoalah di 11 Waktu Ini Niscaya Doamu Akan Terkabul...Jangan Lupa Share









SUBHANALLAH !!! Berdoalah di 11 Waktu Ini Niscaya Doamu Akan Terkabul...Jangan Lupa Share
SUBHANALLAH !!! Berdoalah di 11 Waktu Ini Niscaya Doamu Akan Terkabul...Jangan Lupa Share 

Doa merupakan salah satu senjata ampuh kaum muslimin dan ternyata ada waktu-waktu terkabulnya do’a sehingga banyak muslim yang menggunakan waktu ini untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Setiap muslim yang beriman selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk kehidupan di dunia dan akhiratnya kelak sehingga mereka dapat hidup dengan baik dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Kapan sajakah waktu-waktu mustajab tersebut?
Inilah Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a Seorang Muslim
Rosulullah telah banyak menganjurkan kepada setiap muslim untuk selalu berdoa kepada Allah SWT di setiap waktu dan ternyata terdapat waktu-waktu mustajab sehingga doa-doa setiap muslim dapat terkabul jika dipanjatkan dalam waktu-waktu tersebut. Berikut adalah beberapa waktu mustajab terkabulnya doa:

1. Sepertiga Malam Terakhir
Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim telah dijelaskan bahwa setiap muslim yang memanjatkan doa kepada Allah SWT di waktu sepertiga malam terakhir dan memohon ampunan dosa, maka Allah SWT akan mengabulkan semua doanya dan memberikan ampunan kepadanya juga.

2. Waktu Bulan Ramadhan
Rosulullah menganjurkan kepada setiap muslim untuk berdoa ketika setelah melaksanakan sholat sunnah witir di bulan ramadhan dan lebih baik lagi jika mengucapkan doa “subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali maka Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doa yang dipanjatkannya.

3. Waktu Sahur
Setiap muslim yang membiasakan diri untuk berdoa setelah sholat sunnah witir sebelum fajar yaitu di waktu sahur maka hal ini merupakan amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, jadi gunakan waktu sahur untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

4. Waktu Berbuka Puasa
Salah satu waktumustajab untuk berdoa adalah waktu berbuka puasa sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa saat berbuka puasa. Inilah waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

5. Waktu Arafah
Waktu arafah merupakan waktu dimana umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan wukuf di arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Di waktu ini seluruh umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa , hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan Tirmidzi.


6. Waktu Jumat
Hari jumat merupakan rajanya hari dan seluruh umat muslim laki-laki yang telah baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah sholat jumat. Selain itu ternyata di hari jumat ini merupakan waktu mustajab sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

7. Waktu antara adzan dan iqomah
Sebelum sholat jamaah dimulai didahului oleh adzan dan iqomah terlebih dahulu, ternyata waktu diantara dua adzan dan iqimah merupakan waktu mustajab untuk memanjatkan doa, hal ini telah tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
8. Setelah Selesai Sholat Fardhu
Salah satu waktu-waktu mustajab untuk berdoa agar cepat terkabul adalah setelah sholat fardhu. Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi telah dijelaskan bahwa waktu terkabulnya sebuah doa merupakan waktu setelah melaksanakan ibadah sholat fardhu.

9. Waktu Turun Hujan
Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari telah dijelaskan bahwa Rosulullah selalu berdoa ketika hujan turun agar hujan itu membawa keberkahan bagi semua makhluk di dunia ini.

10. Waktu Setelah Mengkhatamkan al-Qur’an
Setiap muslim yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz dan dia memanjatkan doa kepada Allah SWT maka Allah akan mengabulkan doa-doanya dengan cepat.

11. Waktu Berjihad di Jalan Allah SWT
Ketika seorang muslim sedang berjihad dijalan Allah SWT dan dia memanjatkan doa maka InsyaAllah semua doanya terkabul, namun saat ini umat muslim tidak perlu berjihad dengan peperangan yang perlu diperangi adalah hawa nafsu diri sendiri.

Demikian informasi seputar waktu-waktu terkabulnya do’a bagi setiap muslim yang memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh dan waktu-waktu ini merupakan waktu mustajab.
Semoga bermanfaat.


Atheis: Siapa Yang Menciptakan Allah? Inilah Jawaban Pemuda Yang Membuat Anda Semakin Cinta Islam. Ayo Bantu Sebarkan !!










Atheis: Siapa Yang Menciptakan Allah? Inilah Jawaban Pemuda Yang Membuat Anda Semakin Cinta Islam. Ayo Bantu Sebarkan !!
Atheis: Siapa Yang Menciptakan Allah? Inilah Jawaban Pemuda Yang Membuat Anda Semakin Cinta Islam. Ayo Bantu Sebarkan !!

Allah SWT merupakan Tuhan semesta alam, Dia-lah yang menciptakan jagad raya ini beserta makhluk-makhluk di dalamnya. Semua makhluk yang diciptakan Allah wajib tunduk kepada perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna karena diberikan akal sehat untuk berfikir, namun akal atau pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada manusia sangatlah sedikit. Sehingga kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang sangat jauh dari kemampuan akal kita seperti menanyakan hal-hal yang sangat mustahil untuk diketahui oleh kemampuan akal manusia misal menanyakan 'Siapa yang menciptakan Allah?, bagaimana rupa atau wujud Allah?' dan lain sebagainya karena hal itu sangatlah mustahil untuk dicapai oleh akal manusia.

Atheis: Siapa Yang Menciptakan Allah? Inilah Jawaban Pemuda Yang Membuat Anda Semakin Cinta Pada Islam

Seperti kisah berikut ini yang mengkisahkan seorang Ateis (orang yang tidak percaya akan eksistensi Tuhan), pada suatu hari ada seorang ateis yang memasuki sebuah masjid. Kemudian dia mengajukan tiga buah pertanyaan tapi dengan syarat harus dijawab menggunakan akal, artinya pertanyaan yang dia ajukan tidak boleh dijawab dengan dalil.

Karena orang ateis memang selalu mengukur segala sesuatunya itu menggunakan akal atau bukti-bukti ilmiah dan mereka beranggapan bahwa dalil-dalil hanya dipercaya oleh pengikutnya saja sedangkan dia orang yang tidak percaya dengan Tuhan, oleh karena itu ia memberikan syarat agar pertanyaannya tidak boleh dijawab menggunakan dalil.

Kemudian ia menantang orang-orang yang ada di masjid itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya yaitu:

1. Siapa yang menciptakan Allah? Bukankah semua yang ada di dunia ada karena ada penciptanya? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya?

2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?Bukankah itu janji Allah di Surga?
3. Ini pertanyaan terakhir, kalau Iblis itu terbuat dari api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka? Bukankah neraka juga dari api?

Mendengar pertanyaan dari sang ateis tersebut, tak ada seorang jamaah mampu menjawab pertanyaan tersebut kecuali salah seorang pemuda, ia kemudian menjawab 3 pertanyaan ateis itu satu persatu. Dan beginilh jawabannya:

Jawaban untuk pertanyaan pertama:

Pemuda: "Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal? Sebagaimana angka 2 adalah hasil dari 1+1 atau 4 yang berasal dari 2+2?" ateis tersebut hanya bisa terdiam tanpa memberikan jawaban, lalu pemuda itu melanjutkan, "Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal, dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa yang membuatmu sulit untuk memahami bahwa Allah itu Dzat Maha Tunggal yangg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan?"

Jawaban untuk pertanyaan kedua:

Pemuda tersebut berkata: "Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika di dalam perut ibu kita semua makan? apakah kita juga minum? kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu? Jika engkau dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa yang membuatmu sulit untuk percaya bahwa di Surga kelak kita akan makan dan minum juga tanpa buang air?"

Jawaban untuk pertanyaan ketiga:

Ketika menjawab pertanyaan ketiga, pemuda tersebut tiba-tiba menampar ateis tersebut dengan sangat keras, ateis tersebut pun merasa kesakitan dan marah-marah kepada pemuda tersebut.

Lalu pemuda tersebut berkata: "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah, dan pipi-mu juga terbuat dari kulit dari tanah juga, lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana bisa engkau merasa kesakitan ketika saya menamparmu? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yang sama, sebagaimana Iblis (setan) dan api neraka?" Ateis tersebut hanya bisa terdiam dan tertunduk tanpa bisa membantah apapun.

Kisah ini mengajarkan kepada kita semua bahwasanya tidak semua pertanyaan yang terkesan mencela dan merendahkan Islam harus dihadapi dengan kekerasan. Justru kita harus menghadapi hal-hal seperti itu dengan ilmu, seperti pemuda tadi yang dengan cerdas mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bagi kita pertanyaan tersebut sangatlah sulit untuk dijawab.

Itulah salah satu contoh pemuda Islam yang memiliki budi pekerti yang tinggi dan memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Lalu siapakah pemuda yang menjawab pertanyaan tadi? ada yang mengatakan bahwa beliau adalah Imam Abu Hanifah Rahimahullahu ketika beliau masih muda. Semoga kisah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, aamiin.



Sumber: Makintau.com

Minggu, 05 Februari 2017

Subhanallah !! Inilah 3 Alasan Kenapa Allah Merahasiakan Kematian atau Hidup Matinya Manusia, No.2 Berhati-hatilah...











Subhanallah !! Inilah 3 Alasan Kenapa Allah Merahasiakan Kematian atau Hidup Matinya Manusia, No.2 Berhati-hatilah...
Subhanallah !! Inilah 3 Alasan Kenapa Allah Merahasiakan Kematian atau Hidup Matinya Manusia, No.2 Berhati-hatilah...

Tidak sedikit dari kita yang ingin tahu kapan ajal akan tiba menjemput diri ini. Beberapa berharap karena mereka sudah putus harapan akan hidup, dan beberapa ingin mengetahui hal tersebut agar mereka tidak terlambat untuk meminta pertaubatan dari Allah SWT akan segala perbuatan buruk yang dahulu pernah mereka perbuat. Meskipun manusia-manusia tersebut telah memanjatkan doa tanpa henti dan bahkan mendatangi ahli supranatural untuk menggunakan sihir pada mereka, tidak ada yang pernah bisa mengetahui kapan ajal akan menjemput dan mengembalikan mereka ke sisi Allah SWT.

Maha besar Allah SWT yang mengetahui segalanya, ternyata ada alasan dibalik perahasiaan kematian oleh Allah SWT agar tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Allah SWT sudah maha mengetahui apa yang akan terjadi bahkan jauh sebelum hal tersebut terjadi, seperti apa yang ditakutkan bisa terhindarkan. Adapun alasan mengapa Allah SWT menyembunyikan tentang kematian kepada umat manusia yang menjadi umatnya adalah sebagai berikut:

Cerdas tidak sama dengan pintar. Orang-orang yang pintar biasanya memiliki kemampuan lebih dan memiliki angka atau nilai yang lebih hebat dibanding orang-orang lain, sementara orang yang cerdas biasanya mengetahui apa yang akan mereka lakukan beberapa langkah ke depan. Nah, ini alasan mengapa kematian dirahasiakan oleh Allah SWT. Allah SWT berharap umatNya mampu menjadi orang yang cerdas dan tahu bahwa hidup di dunia bukanlah hal yang selamanya dan ajal bisa datang kapan saja sehingga mereka bisa berbuat baik demi mengejar hidup kekal di surga karena jika mereka berlumuran dosa yang amat banyak maka mereka akan terpaksa dicuci dulu di neraka yang penuh dengan api panas.

• Supaya manusia tidak menunda-nunda menunaikkan amal

Dengan membuat kematian jadi sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia, maka akan muncul rasa manusia untuk dikejar-kejar olehnya. Karena itu, mereka akan bersegera menunaikan amalan baik karena takut ajal akan mendahului mereka.

• Menjadi rem saat manusia ingin melakukan perbuatan-perbuatan maksiat

Jika kematian bukan jadi rahasia Allah, ada kemungkinan besar manusia tidak takut untuk melakukan hal-hal yang berbau maksiat, karena mereka bisa mengukur kapan harus melakukan taubat sehingga seluruh dosa-dosanya luntur dan mereka dimaafkan oleh Allah SWT.

• Sebagai alasan supaya manusia tidak hanya mencintai dunia tempat mereka tinggal
Kematian dijadikan rahasia oleh Allah SWT agar manusia tidak terpaku pada keindahan dunia, agar mereka menyadari bahwa kematian akan datang tiba-tiba dan mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegahnya, dan akan berusaha untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat mereka.

Melihat hal itu, agaknya pantas bagi Allah untuk menyembunyikan semua fakta yang ada mengenai kematian, dan ada baiknya kita kini tidak lagi bingung karena semua ini alasan mengapa kematian dirahasiakan oleh Allah SWT.