Minggu, 21 Mei 2017

Cerita Afi Nihaya Dari Penangguhan Akun Hingga Diancam Bunuh karena Tulisan di Facebook

Cerita Afi Nihaya Dari Penangguhan Akun Hingga Diancam Bunuh karena Tulisan di Facebook


Nama Afi Nihaya (18) belakangan jadi perbincangan netizen usai akunnya ditangguhkan Facebook. Siswa SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini kerap membuat tulisan di Facebook yang akhirnya viral.
Terakhir ia membuat sebuah tulisan mengenai keresahannya pada perselisihan antar-agama di Indonesia yang berjudul 'Warisan'.
"Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri," tulis Afi di Facebook.
Tulisan inilah yang diduga Afi sebagai penyebab akun Facebook-nya mendapat laporan dari banyak orang yang tak sepakat dengannya, hingga kemudian ditangguhkan pihak Facebook.
Afi kemudian kerap menerima ancaman karena tulisan-tulisannya.
"Saya pernah menerima ancaman pembunuhan karena status Facebook saya. Pernah juga di-bully lewat jalur pesan pribadi Facebook," ujar Afi kepada  Liputan6.com di Jakarta, Minggu (21/5/2017).
Pengancam itu bilang via telepon, "Kami juga bisa bunuh kamu, bukan cuma akunmu."
Pelaku tak menyebutkan jati diri pribadi atau organisasi. Afi langsung mematikan telepon. Kejadian berlangsung beberapa hari sebelum akunnya ditangguhkan Facebook.
Afi Nihaya selalu memilih untuk mengabaikan semua serangan balik bernuansa negatif pada tulisan-tulisannya.
"Kalau saya bereaksi, akan memanaskan perdebatan. Itu yang mereka harapkan dan tidak akan berhenti mencari celah menyerang saya," kata dia.
Meski mengundang risiko, keluarga dan teman-temannya sangat mendukung langkahnya.
"Orangtua saya bangga dengan saya," ujar remaja berhijab ini.
Ia mengaku sudah siap dengan semua konsekuensi dari kekritisannya lewat media sosial.
Saat ini Afi Nihaya terus berusaha berkorespondensi dengan Facebook untuk mengaktifkan kembali akunnya.

Menteri Muhadjir: Sekolah 8 Jam Sehari Mulai Tahun Ajaran Baru

Menteri Muhadjir: Sekolah 8 Jam Sehari Mulai Tahun Ajaran Baru

Muhadjir Effendy menyatakan penerapan sekolah delapan jam sehari akan dimulai pada tahun ajaran baru ini. Penerapan kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan penerapan sekolah delapan jam sehari berlangsung secara bertahap.

"Tahun ajaran baru ini akan kami terapkan," katanya saat ditemui di Surakarta, Sabtu sore 20 Mei 2017. Kebijakan akan berlaku untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. 
Selain itu, proses belajar mengajar hanya akan dilakukan pada Senin hingga Jum'at. "Hanya lima hari," ucap Menteri Muhadjir. Pihaknya memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk libur dua hari dalam sepekan.
Kebijakan itu menurutnya akan berlaku secara nasional, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. "Jadi disesuaikan dengan orang tua yang rata-rata juga sudah lima hari kerja," kata dia. Kebijakan itu diharapkan mampu memberikan waktu yang cukup untuk anak bisa berinteraksi dengan orang tuanya. 
Hanya saja, dia mengakui bahwa kebijakan itu harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan banyak faktor. "Indonesia ini memiliki 220 ribu sekolah dengan 50 juta siswa," katanya. Terdapat beberapa daerah yang diprioritaskan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati mengatakan bahwa sekolah di Surakarta sudah siap untuk menerapkan kebijakan sekolah delapan jam. "Kami tinggal menunggu petunjuk teknis dari kebijakan itu," katanya.
Rencananya, dinasnya akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan pelaksanaan kebijakan tersebut. "Nanti akan ada rapat bersama wali kota," katanya.

Suami Istri Warga Inggris Menanti Kelahiran Anak ke 20, Lalu...

Suami Istri Warga Inggris Menanti Kelahiran Anak ke 20, Lalu...


London -Sepasang suami istri yang tinggal di London,memutuskan untuk berhenti memiliki anak saat keduanya menanti kelahiran anak ke 20 yang bakal lahir pada September mendatang. Noel dan Sue Radford memutuskan berhenti memiliki anak dengan alasan kondisi kesehatan.
Sue, 42, mengatakan, usianya yang semakin tua sehingga dapat membahayakan kesehatannya jika melahirkan anak lagi.
"Saya dapat merasakan kelelahan ketika melahirkan dua anak terakhir sebelum ini. Setelah berbincang dengan Noel, kami mengambil keputusan untuk berhenti pada 20, "katanya, seperti yang dilansir Metro.uk pada 20 Mei 2017.
Selain itu, Sue yang melahirkan anak pertamanya saat berusia 14 tahun, tepat 28 tahun lalu mengatakan bahwa dia dan suaminya juga sudah buntu untuk memikirkan nama bagi anak mereka.
Sepanjang hidupnya, pasangan itu yang menetap di Kendal, Cumbria membesarkan sendiri semua anak mereka.
Noel mengatakan, tidak pernah terlintas di pikirannya untuk menyerahkan anaknya kepada orang lain karena tidak ingin anaknya menjalani kehidupan yang sama yang dia dan Sue lalui - dibesarkan oleh keluarga angkat.
Sue mengatakan, jarak anak sulung dan anak keduanya adalah empat tahun, tapi dia menghabiskan hampir 30 tahun lalu dengan kehamilan atau menyusui.
Untuk anak ke 20, Sue menduga jenis kelaminnya laki-laki karena sejak mulai hamil, dia gemar memakan coklat.
"Itu kebiasaan saya jika saya hamil anak lelaki. Jika anak perempuan, saya suka makan benda asin atau pedas, "katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga super besar itu, Noel menjalankan bisnis pie yang berbasis di Morecambe, Lancashire, bernama Radford's Pie Company.
Kini pasangan itu tinggal bersama 17 anaknya, karena dua anak tertua mereka telah pindah dan tinggal sendiri.
Tagihan belanja mingguan keluarga itu mencapai 250 pound sterling atau setara Rp 4,3 juta dan keluarga itu bisa menghabiskan 60 sosis hanya dalam satu kali makan.

Di Serang Haters di Instagram, Begini Jawaban Tak Terduga Kaesang

Hanya gara-gara satu foto iseng, Kaesang Pangarep jadi banjir komentar di akun Instagramnya. Apa pasal? Dalam foto tersebut, nampak putra bungsu Presiden Joko Widodo ini sedang "mendorong" Patung Merlion yang jadi ikon Singapura. Caption foto tersebut bernada jenaka, "Foto di Eiffel Tower di New York, Russia #TerserahAkuTo #ProtesAkuDorr."
Seperti diketahui, Menara Eiffel bukanlah di New York. Dan New York juga bukan ada di negara Rusia. Maka itu ditambahkan Kaesang tagar "#TerserahAkuTo #ProtesAkuDorr". Inilah yang kemudian disindir seorang pengguna akun bahkan menyinggung status Kaesang yang merupakan anak orang nomor satu di Indonesia.
"Oh mau jadi orang arrogant mungkin ya, karena merasa anak Presiden," demikian sepertik bunyi nyinyirannya.
Tapi apa disangka, Kaesang membalas komentar itu dengan cara paling ampuh: humor! Ya, pria penyuka girlband JKT 48 ini menyampaikan balasan yang membuat netizen malah berbalik mendukungnya dan mempermalukan sang haters.

"Saya memang tolol dan arogan kok mba/mas. Nanti saya minta Bapak saya untuk ngedidik saya lagi. Soalnya saya juga kasihan liat diri saya sendiri," ujar Kaesang yang sontak mengundang senyum pembacanya.
Apa yang dilakukan Kaesang ternyata juga bisa lho kita lakukan ke keseharian kita. Sudah sering 'kan kamu menemukan satu sosok kepo yang nyinyir saja dengan semua kegiatan kamu? Tak usah kesal, Ladies. Seperti kata presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie,"Ketika seseorang menghina kamu itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka."

Sedangkan tambahan humor adalah "bumbu penyedap" yang semakin menegaskan bahwa segala nyinyiran mereka tidak mempan padamu. Please remember, ada beda antara humor dengan balik menyinyir. Humor akan menjadikan kamu satu tingkat di atas mereka, sedangkan balik menyinyir hanya menjadikan kamu lawan sebanding buat para haters.
So, hadapi dengan dengan humor dan senyuman. Have a nice day.

Sabtu, 20 Mei 2017

Lepas Status Demi Cinta, Putri Jepang Nikahi Pria Rakyat Biasa

Lepas Status Demi Cinta, Putri Jepang Nikahi Pria Rakyat Biasa

Ada kabar baru dari keluarga kekaisaran Jepang yang langsung menarik perhatian dunia. Putri Mako, cucu Kaisar Jepang Akihito dikabarkan akan segera menikahi sang pujaan hati. Siapakah pria beruntung yang akan menikahi putri sulung Pangeran Akishino dan Putri Akishino ini?
Seperti yang dilansir oleh edition.cnn.com, Putri Mako (25 tahun) akan segera bertunangan dengan pria bernama Kei Komuro (25 tahun). Dalam banyak kisah hingga cerita dongeng, seorang putri biasanya akan menikahi seorang pangeran. Tapi berbeda dengan kisah Putri Mako. Ia tak menikahi seorang pangeran kerajaan. Kei "hanyalah" seorang pria non-bangsawan yang telah mencuri hati Putri Mako.
Putri Mako
Meski Kei bukan pria berdarah biru, tapi dia sosok yang istimewa. Dilansir dari dramafever.com, pada usia 18 tahun, Kei terpilih sebagai "Pangeran Laut" yang bertugas untuk mempromosikan pariwisata di Fujisawa, Kanagawa Prefecture. Rekan kerjanya pun mengatakan bahwa Kei ini sudah seperti pangeran sungguhan. Ia bekerja keras memahami Fujisawa dengan baik agar bisa membuat promosi yang bagus. Dan karena kemampuan bahasa Inggrisnya sangat bagus, dia bisa berinteraksi dengan orang asing dengan sangat baik.
Kiri: Kei Komuro (paling kiri, pada tahun 2010). Kanan: Kei Komuro saat diserbu wartawan terkait kabarnya bertunangan dengan Putri Mako. 
Pria yang hobi bermain biola, memasak, dan main ski ini pertama kali bertemu dengan Putri Mako pada tahun 2012 saat sama-sama kuliah di International Christian University di Tokyo. Saat itu Kei sedang terlibat dalam kampanye promosi pariwisata Fujisawa.
Setahun menjalin hubungan, Kei melamar Mako. Hubungan mereka sudah mendapat restu dari keluarga kekaisaran. Kabarnya acara pertunangan mereka akan diresmikan bulan Juni mendatang dan pernikahan akan dilangsungkan tahun 2018.
Kei Komuro, pria beruntung pilihan Putri Mako.
Lalu bagaimana dengan status Mako sebagai seorang putri kerajaan? Kalau menurut undang-undang kekaisaran Jepang, seorang putri harus meninggalkan keluarga kerajaan bila menikahi seorang rakyat biasa. Seperti yang dialami oleh Sayako, bibi Putri Mako. Setelah menikahi Yoshiki Kuroda (yang bukan dari kalangan bangsawan), putri tunggal Kaisar Akihito tersebut meninggalkan kerajaan. Sudah jadi tradisi memang seorang putri Jepang harus melepas statusnya bila menikahi seorang pria non-bangsawan. Benar adanya kalau cinta tak memandang status dan derajat, ya.
Kaisar Akihito tahun lalu menyatakan ingin turun takhta. Dan badan legislatif sedang memproses peraturan khusus soal turun takhta ini. Sementara itu bila peraturan soal ahli waris berubah, ada kemungkinan Putri Mako yang merupakan cucu pertama kaisar menjadi pewaris takhta yang berikutnya. Adik Putri Mako (10 tahun), Pangeran Hisahito berada di posisi ketiga sebagai pewaris kerajaan setelah pamannya, Naruhito dan ayahnya, Fumihito.
Selain Putri Mako, ada enam putri lain yang belum menikah. Kalau para putri tersebut memutuskan menikahi rakyat biasa juga, ada kemungkinan jumlah anggota kerajaan akan terus menurun.
Kei yang kini bekerja di sebuah firma hukum jadi incaran banyak reporter terkait kabarnya bertunangan dengan Putri Mako. Ketika ditanya soal kabar pertunangannya tersebut, Kei hanya menjawab singkat kalau dia akan menjelaskan semuanya jika waktunya sudah tepat. Kita doakan semoga mereka berdua bisa hidup bahagia, ya Ladies.

Ladies, Ini Dia Orang Pertama Yang Menciptakan Sepatu High Heels

Ladies, Ini Dia Orang Pertama Yang Menciptakan Sepatu High Heels

Tak bisa dipungkiri bahwa sepatu high heels alias hak tinggi benar-benar menunjang penampilan seorang wanita. Yang tak terlalu tinggi akan jadi lebih percaya diri dengan adanya sepatu ini. Postur tubuh pun akan terlihat makin sempurna saat mengenakan sepatu high heels.

Heels ada banyak sekali macamnya, mulai dari yang hanya berhak 3 cm sampai yang super tinggi 20 cm. Bentuknya pun bermacam-macam mulai dari yang runcing atau platform. Nah, tahukah kamu siapa yang pertama kali mencetuskan sepatu ini? Well, Vemale akan hadirkan ulasannya untukmu Ladies.
1400-an
Sepatu hak tinggi ternyata pertama kali muncul dan digunakan sekitar tahun 1400. Sepatu ini dipopulerkan dan dikenakan oleh semua masyarakat. Hak menunjukkan kelas atau status sosial seseorang di masyarakat.
1500-an
Di akhir abad ke-16, seorang putri bangsawan yang bernama Catherine de Medici, dijodohkan dengan penguasa tanah Duke of Orleans (yang pada akhirnya menjadi raja Prancis).  Saat itu Catherine masih berusia 14 tahun dan ingin agar ia terlihat lebih tinggi dan anggun. Akhirnya ia mengenakan sepatu dengan tinggi 5 cm. Catherine pun berhasil memukau dan jadi pusat perhatian. Akhirnya pasca pesta pernikahan banyak yang menanyakan soal sepatu yang ia kenakan. Dari situlah high heels semakin populer.
1700-an
Pada tahun ini high heels juga dikenakan oleh kaum pria lho. Namun, di tahun 1791 Napoleon melarang keras penggunaan high heels. Sayangnya putri Maria Antoinette bersikeras mengenakan heels. Ia bahkan tetap bersikeras memakai heels setinggi 5 cm pada eksekusi kematiannya tahun 1793. Sejak saat itu heels mulai hilang dan tak dikenakan lagi.
1900-an
Di tahun ini heels kembali bangkit. Pada masa ini mesin jahit sudah ditemukan. Heelspun hadir dengan banyak model dan gaya. Hingga kini heels semakin berkembang.
Christian Dior dan Roger Vivier, desainer asal Perancis inilah yang pertama kali menciptakan stiletto di tahun 1950. Desain heels dibuat meruncing dengan tinggi lebih dari 5 cm. Setelah itu semakin banyak saja desainer yang membuat sepatu heels dengan berbagai model yang menarik.
Sekarang heels sudah tak terhitung modelnya, dan para wanita pun seakan terbius dan berusaha mengoleksi banyak heels demi menunjang penampilan mereka. Nah, kalau kamu sudah punya berapa banyak high heels sih Ladies?

Dulu Diejek Habis-Habisan, Gadis Ini Berubah Jadi Cantik Rupawan

Dulu Diejek Habis-Habisan, Gadis Ini Berubah Jadi Cantik Rupawan

Meski seharusnya seseorang tak dinilai dari penampilan luar saja, faktanya sebanyak 900 penelitian menemukan bahwa masyarakat akan tertarik pada penampilan seseorang untuk kali pertama. 
Karena penampilan menjadi pertimbangan pertama, tak heran bila tiap orang memiliki kecenderungan untuk percaya pada sosok yang rupawan dan berpakaian rapi. Benar atau tidak?
Beberapa faktor utama seseorang mengubah penampilan adalah rasa percaya diri yang rendah, kepuasan pada diri sendiri kurang, dan sering mendapat ejekan dari lingkungan sekitar atas kekurangan. Faktor-faktor tersebut dipercaya membuat seseorang jadi berniat untuk melakukan prosedur operasi plastik. Salah satu contohnya adalah perempuan asal Vietnam, Kuok.
Kuok, gadis Vietnam berusia 22 tahun yang diejek temannya karena memiliki bibir tebal dan hidung tak begitu mancung © world of buzz
Gadis berusia 22 tahun ini sempat mendapatkan ejekan dari teman-temannya hanya karena bibirnya tebal dan hidungnya tidak mancung. Pendek kata, Kuok dianggap jelek oleh teman-temannya bahkan seseorang pernah mengatakan tak akan menikahi dirinya karena penampilannya tersebut.
Efek ejekan verbal ini mungkin tak dirasakan oleh si pelaku tapi tentu saja efek ini membekas bagi korban bukan? Berawal dari situ Kuok bertekad untuk memodifikasi wajahnya sedikit demi sedikit. Ya, Kuok rela merogoh kocek sebesar Rp 5,5 juta untuk mengubah wajahnya dan menjelma jadi gadis cantik.
Merasa terhina dan kehilangan percaya diri, Kuok melakukan operasi plastik dan menemukan pendamping hidup kaya raya pada akhirnya © world of buzz
Kuok sempat kehilangan rasa percaya diri semasa sekolah karena senantiasa mendapat hinaan dari teman-temannya. Namun setelah melakukan operasi plastik, dirinya jadi percaya diri dan akhirnya menemukan seseorang yang kini jadi pasangan hidupnya.
Yang mencengangkan, suami Kuok adalah sosok pria kaya raya dan kini Kuok hidup sejahtera bersama pasangannya tersebut. Mungkin teman-teman Kuok yang selalu mengejeknya dulu kini jadi malu ya KLovers? Oleh sebab itu, alangkah lebih baik untuk tidak menghina orang lain hingga menyebabkan dirinya sakit hati.