Tampilkan postingan dengan label Dr. Zakir Naik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr. Zakir Naik. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 April 2017

Penjelasan Mantap Zakir Naik: Poligami di Bolehkan dalam Islam, Asalkan...


Cendekiawan muslim asal India Zakir Naik sempat menanggapi soal poligami saat bertemu dengan para wartawan seusai mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (3/4/2017). Menurutnya, poligami diperbolehkan dalam Islam.

"Poligami itu boleh dalam Islam, tapi kalau laki-laki yang melakukannya bisa berbuat adil. Kalau tidak bisa, silakan hanya dengan satu istri saja," ujarnya.

Zakir Naik memambahkan, dari segi populasi, memang saat ini jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki.

Kuliah umum Zakir Naik di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dihadiri 6.000 peserta. Tingginya antusiasme membuat mereka rela datang sejak Subuh.

Minggu, 09 April 2017

Innalillahi… Ingat Ade Armando? Kini Bikin Ulah Lagi Tuduh Dr Zakir Naik Bayar Orang untuk Masuk Islam

Ceramah Dr Zakir Naik di Gymnasium UPI, Bandung, Jawa Barat beberapa hari lalu, berhasil menjadikan 4 orang penanya memeluk Islam.

Mereka adalah Danalia Permatasari (Budha), Novi (Katolik), Kevin (Katholik) dan Deni (Ateis). Yang mencengangkan, beberapa penanya terlihat menangis saat dipandu bersyahadat oleh Zakir Naik.

Sayangnya, cerama Ulama asal India ini difitnah dengan tuduhan tanpa dasar.

Selain disebut-sebut sayahadat beberapa penanya itu sebagai setingan, Zakir Naik dan para panitia safari juga dituding melakukan sogokan sebesar Rp 10 Juta terhadap beberapa penanya untuk memeluk Islam.

Salah satu tokoh yang membuat opini negatif tersebut adalah Ade Armando. Melalui akun facebook pribadinya, Ade memposting status yang menyatakan bahwa “ZAKIR NAIK DIDUGA MEMBAYAR RP10 JUTA SETIAP ORANG YANG BERSEDIA MASUK ISLAM.”

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, juga menyertakan salah satu artikel dari media India yang ditulis pada tahun 2016 lalu,

Dalam link tersebut, menyebut bahwa “ia dan lembaga nonprofitnya Islamic Research Foundation (IRF) dituding secara ilegal memualafkan sekitar 800 orang dengan memberikan uang dari dana luar negeri.”

“ZAKIR NAIK DIDUGA MEMBAYAR RP10 JUTA SETIAP ORANG YANG BERSEDIA MASUK ISLAM

Saya dikirimi link berita yang menunjukkan bahwa Zakir Naik yang sedang road-show di Indonesia memang punya misi mengIslamkan orang-orang non-Muslim.
Menurut berita tahun 2016 ini, Yayasan yang dipimpin Zakir diduga membayar sekitar Rp 10 juta (50 ribu rupee) pada setiap orang yang masuk Islam saat mendengar ceramah Zakir.
Kalau begitu ya wajarlah Zakir mengkafir-kafirkan orang Nonmuslim. Wajarlah dia menceramahkan bahwa hanya orang yang bersyahadat yang masuk surga. Wajarlah kalau dia bilang pendukung Ahok itu ‘munafik’.
Hadoooooh. Orang kayak gini kok diundang ke Indonesia?” Tulis Ade Armando dalam Akun facebooknya. (5/4).

Atas dasar itulah Ade Armando menuding Dr Zakir Naik membayar sekitar Rp 10 juta bagi peserta yang hendak bertanya dan memeluk Islam.

Lucunya, postingan Pria yang disebut-sebut Islam Liberal ini mendapat hujatan dan cacian dari Netizen. Banyak yang menyayangkan status Ade Armando sebagai seorang Dosen namun tak mencerminkan seorang pendidik.

“Jujur saya juga tak tau ini..tetapi sebagai dosen ARMANDO ini termasuk kategori dosen ABAL ABAL bin bahlul …..” tulis salah satu netter.

“Mau gua siksa nih orang mental banci di medsos nyebarin fitnah. Ketemu didepan orng fpi habis nih orang siksa saja. Kasih bensin.. Panaskan.. Lempari dalam bak besar.. Bawah bak besar kasih api. Bagaimana rasanya tinggal dineraka itu amat panas,” timpal akun lainnya.

Hingga sekarang ada sekitar Sat juta lebih netizen yang menghujat Ade Armando lewat kolom komentarnya.

Selain itu, penulis buku Bulan Terbelah di Langit Amerika, Hanum Rais Salsabila juga ikut membantah sejumlah fitnah terhadap safari Dr Zakir Naik.

Lewat laman Instagramnya, @hanumrais menuliskan tentang pengalamannya ketika ikut ceramah DR. Zakir Naik di Bandung.

“Sebenarnya pengen bilang ke beliau terimakasih telah menjadi jembatan Allah untuk saya agar selalu kuatkan hati itu saja. Tapi berhubung Sarahza (anak Hanum Rais, red) nggak bisa ditinggal lama-lama ya sudah pamit duluan deh,” kata Hanum.

“Oiya, banyak yang menuduh proses kemualafan dengan syahadah itu settingan. Dengan tegas saya kmrn menyaksikan, semua itu riil dan asli otentik,” tulisnya di akun Instagram. (dal/fajar)

Jumat, 07 April 2017

Empat Televisi Ini Siarkan Langsung Ceramah Zakir Naik di Makassar

Penceramah asal India, Zakir Naik, akan menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan ribuan para peserta di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin, 10 April 2017. Zakir dijadwalkan tiba di Makassar pada Minggu malam, 9 April 2017.

Ketua panitia, Muchtar Daeng Lau, mengatakan seluruh persiapan terkait dengan kegiatan bertema “Quran and Modern Sains” ini sudah 100 persen. Bahkan, ujar dia, ceramah tersebut rencananya live atau disiarkan langsung di empat stasiun televisi, yakni TV Muhammadiyah, Umat TV, Unhas TV, dan Fajar TV. "Ada empat televisi yang menyiarkan langsung ceramah Dr Zakir Naik nanti," ucap Muchtar, Jumat, 7 April 2017.

Muchtar berharap, kedatangan Zakir Naik di Makassar bisa memberikan hal positif bagi umat Islam di Indonesia, khususnya di Makassar. Apalagi, Muchtar melanjutkan, Makassar merupakan kota terakhir di Indonesia yang dikunjungi Zakir. "Dia (Zakir Naik) tidak lama di Makassar, yang penting sudah ceramah, langsung pulang, entah ke Jakarta atau ke mana lagi nantinya," tuturnya.

Ditanya ihwal apakah ada sajian khusus kepada Zakir Naik, panitia menjawab tak ada, lantaran kedatangannya betul-betul hanya untuk menyampaikan dakwah. Sehingga perlakuan Zakir Naik di Makassar dengan yang sebelumnya kemungkinan sama saja.

Anggota Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan tidak melakukan persiapan khusus lantaran seluruhnya ditangani Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan. "Kami memberikan dukungan untuk kesiapan gedung dan perlengkapan saja," ucapnya.

Ia menjelaskan, kapasitas gedung yang akan ditempati Zakir Naik berceramah tersebut sekitar 3.500 orang. Pihak kampus harus menambah kursi di luar gedung karena kuota yang disiapkan panitia 10 ribu orang. (tempo.co)

Kamis, 06 April 2017

Dituduh Wahabi dan Dibenci Ahoker, Zakir Naik Malah Panen 3 Pujian Menggetarkan dari KH Ma'ruf Amin

Dai internasional Dr Zakir Naik mendapatkan fitnah keji sebagai dai radikal dan pendukung terorisme. Dai asal mumbai ini juga dituduh wahabi dan sangat dibenci oleh kalangan liberal dan sekuler.

Setelah Zakir bicara blak-blakan soal Al-Maidah 51, para pendukung Ahok (Ahoker) pun turut membenci dan memfitnah dai ahli teologi ini. Ada juga yang mengancam membubarkan, padahal surat izin ceramah sudah didapatkan dari pihak kepolisian.

Meski Zakir mendapatkan ujian berupa tuduhan dan fitnah yang keji, para ulama sepakat berada di garis pembelaan terhadapnya. Sampai-sampai, Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin turut bersuara.

Ulama kharismatik asal Banten ini menyampaikan tiga pujian membanggakan kepada Zakir Naik.

Bagus dan Ilmiah

Kiyai Ma'ruf menegaskan bahwa dakwah yang disampaikan oleh Zakir Naik sudah bagus, sangat logis, dan ilmiah. Sehingga dakwah Zakir menjadi magnet tersendiri bahkan kerap menjadi jalan hidayah bagi non-Muslim.

"Zakir Naik itu berdakwah di mana-mana dan banyak orang tertarik dan masuk Islam. Saya kira dakwah yang bagus, menurut saya. Dan sistem dakwahnya itu sangat ilmiah," ungkap Kiyai Ma'ruf di Bogor, sebagaimana rilis yang diterima Tarbawia dari Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Kamis (6/4/17).

Amalkan Al-Qur'an

Kiyai Ma'ruf melanjutkan, metode debat yang dilakukan Zakir kepada penantangnya sudah sesuai dengan Al-Qur'an Surat An-Nahl [16] ayat 125. Yaitu dakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, dan perdebatan yang ihsan.

"Saya kira itu yang dilakukan. Ada dialog, ada perdebatan mencari suatu kebenaran. Harus diartikan seperti itu," lanjut Kiyai Ma'ruf.

Bukan Wahabi

Rais Aam PBNU ini juga menyampaikan bantahan terkait tuduhan wahabi yang dialamatkan kepada Zakir Naik. Apalagi wahabi yang dikenal di kalangan NU dinisbatkan kepada mereka yang mudah mengkafirkan, sedangkan Zakir Naik justru menjadi sebab bagi orang non-Muslim untuk masuk Islam.
"Kita dengar dia baik, menyampaikan (ceramah) sangat ilmiah," pungkas Kiyai Ma'ruf. [Tarbawia]

Ini 10 Fakta Zakir Naik, No 8 dan 9 Bukti Dia Bukan Orang Sembarangan

Abdul Karim Naik atau kerap dipanggil Zakir Naik tengah melakukan Safari Dakwah di Indonesia.

Khusus di Makassar Zakir akan tampil Senin 10 April 2017. Pria 52 tahun asal India itu akan berbicara dihadapan sekitar 10 ribu peserta.

Mengapa Zakir Naik begitu diidolakan. Baca fakta-fakta tentangnya berikut ini:

1. Berhenti jadi dokter
Zakir Naik lahir 18 Oktober 1965 awalnya berprofesi sebagai seorang dokter medis.

Ia memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

2. Hapal kitab-kitab
Sebagai seorang penceramah, Dr. Zakir Naik dapat dikatakan sebagai penceramah andal dan jenius. Bertahun-tahun ia telah menghapal isi kitab-kitab agama seluruh dunia, bukan hanya kitab Quran dan hadits-hadits di semua tingkatan, tapi juga Injil dengan beberapa versi, Weda, Tripitaka, dan Bhagavad Gita.

Bukan hanya menghapalnya di luar kepala, Zakir Naik sanggup memahami konsep-konsep yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut.

3. Mengidolakan Ahmed Deedat
Zakir Naik sebetulnya mempunyai tokoh yang menjadi inspirasinya sebagai ustad pembanding agama, yakni Ahmad Deedat. Tetapi, tak semacam panutannya, Zakir Naik hampir tak rutin memperoleh izin dari pihak agama lain menyelenggarakan debat terbuka. Sebabnya, Zakir Naik sering dijuluki ‘Ahmed Deedat Plus’ sebab argumentasi-argumentasnya yang kuat tak sedikit membikin pemimpin agama lain merasa ‘ngeri’ berhadapan dengannya.

4. Ceramah Disebar via Video
Meskipun Dr Zakir Naik biasa berbicara kepada ratusan hadirin, bahkan puluhan ribua hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Ceramahnya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai dan di saluran Peace TV. Sejumlah video ceramah Dr Zaik Naik juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

5. Mengislamkan non-Muslim dari belahan dunia
Berkat ceramah dan debat yang disebarkan ke seluruh dunia melewati channel PeaceTV (bisa dilihat di Youtube), dengan penjelasan dan alasan yang masuk akal dan dalil-dalil yang jelas, tak sedikit dari para pendengar non-Muslim akhirnya tergerak hatinya masuk Islam.

6. Pendiri Islamic Research Foundation (IRF)
Selain sebagai dokter medis dan penceramah dunia yang telah sukses menggerakkan hati tak sedikit umat, Zakir Naik juga adalah pendiri organisasi Islamic Research Foundation (IRF). Organisasi ini ialah suatu organisasi nirlaba yang mempunyai hak siar jaringan saluran TV gratis, Peace TV dari Mumbai, India.

7. Penghargaan dari Raja Salman
Ia menerima berbagai penghargaan, seperti Ma’al Hijrah Distinguished Personality Award di Malaysia pada 2013 dan King Faisal International Prize for Service to Islam di Arab Saudi pada 2015.
Hadiah ini merupakan hadiah paling bergengsi di dunia Islam, mirip dengan Hadiah Nobel. Hadiah tersebut terdiri dari sertifikat, 200 gram medali emas 24 karat dan 750.000 riyal Saudi (US $ 200.000). Seluruh hadiah uang disumbangkan oleh Dr Zakir Naik ke Waqf of Peace TV Network.

8. Masuk Peringkat 3 Guru Spiritual Paling Berpengaruh
Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar 100 Orang India Paling Berpengaruh. Di antara satu miliar penduduk India, Dr Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus 10 Guru Spiritual Terbaik India, Dr Zakir Naik bertengger di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia merupakan satu-satunya Muslim yang masuk dalam daftar ini. Dan pada tahun 2010, Dr Zakir Naik menduduki peringkat pertama dalam daftar tersebut.

9. Masuk Daftar 100 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Dr Zakir Naik masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia yang diterbitkan setiap tahun oleh Georgetown University, Amerika Serikat. Dr Zakir Naik masuk dalam daftar tersebut berturut-turut pada tahun-tahun 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015. Bahkan, Dr Zakir Naik masuk daftar ‘100 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia.

10. Sebut Pelaku Teror 9/11 Orang Dalam
Meskipun banyak warga Eropa dan Amerika kagum terhadap Dr Zakir Naik dan berusaha menghadiri forum-forumnya, ternyata tidak demikian dengan pemerintahnya. Negara Inggris terang-terangan mencekal Dr Zakir Naik. Bahkan Amerika Serikat mengecam Dr Zakir Naik lantaran menyebut pelaku teror 9/11 merupakan orang dalam.

Zakir Naik dalam ceramahnya mengatakan, aksi teror yang terjadi di beberapa negara, seperti Afghanistan dan Pakistan tidak lebih besar dari teror Amerika Serikat yang menginvasi Irak. Bahkan, Dr Zakir Naik menyebut bahwa George W Bush adalah teroris. (makassar.tribunnews)

Selasa, 04 April 2017

Mengapa di Zaman Modern Ini Masih Ada Adzan? Ini Jawaban Dr Zakir Naik yang Brilian dan Disambut Gemuruh Tepuk Tangan


Dalam sebuah forum yang dihadiri 20.000 orang, seorang pria bertanya kepada dr Zakir Naik mengapa saat ini masih ada adzan lima kali sehari. Padahal menurutnya, adzan diperlukan pada zaman Nabi Muhammad ketika belum ada jam.

“Dari yang aku pahami, konsep adzan datang jauh beratus tahun lalu ketika belum ada jam. Tidak ada cara untuk menentukan jam berapa pada hari itu. Dan satu-satunya cara orang menyadari masuknya waktu shalat adalah berdasarkan adzan. Tentu sekarang tidak begitu. Sekarang sudah ada jam, jadi kenapa masih perlu adzan lima kali sehari di zaman modern ini?”

Dr Zakir Naik kemudian menjawabnya:

Ada banyak alasan mengapa muslim melakukan adzan. Pertama, untuk memberitahu semua orang bahwa ini adalah waktunya shalat. Coba jawab, setiap orang punya jam tangan selama berlangsung ujian. Meskipun demikian, begitu sang guru membunyikan belnya, “waktu telah habis!” Jadi kamu katakan pada guru sekolahmu, “kenapa engkau membunyikan bel bahwa waktunya sudah habis? Setiap orang punya jam tangan.” Untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa waktunya telah selesai. Ke sesi selanjutnya. (Jawaban ini disambut gemuruh tepuk tangan hadirin)

Jadi sekarang ini kami melakukan adzan.

Dulu, pernah diusulkan memakai lonceng atau terompet. Namun Rasulullah melarangnya. Karena lonceng mirip umat Kristen dan terompet mirip orang Yahudi.”

Rasulullah kemudian menggunakan suara manusia karena suara manusia lebih baik daripada lonceng dan terompet.

Dan dalam adzan kami terkandung pesan. Sedangkan bel atau lonceng, hanya pesan “waktunya sudah habis” atau “waktunya dimulai.” Terkadang mengandung pesan “Ada kebakaran, larilah”.

Di dalam adzan terkandung pesan. Menyatakan Allah Maha Besar, empat kali. Bersyahadat. Kemudian “Marilah shalat, marilah shalat. Marilah menuju kemenangan, marilah menuju kemenangan.” Kemudian menyatakan kebesaran Allah dan tauhid.

Jadi adzan memberitahukan bahwa waktu shalat telah datang sekaligus terkandung pesan kesaksian bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dan adzan ini hanya boleh dilafalkan dalam bahasa Arab, bukan bahasa lain. Terkandung pesan persatuan. [Tarbiyah.net]

Senin, 03 April 2017

AllahuAkbar!!! Ceramah Zakir Naik di Bandung Jadi Ajang Bersyahadat

Danalia Permatasari (26 tahun) kanan dan Novita Luciana (25 tahun) kiri, usai bersyahadat di bimbing oleh Dr Zakir Naik, yakin masuk Islam setelah melihat ceramah Zakir Naik, di Youtube.

Share.id, Bandung - Cendekiawan Muslim bertaraf Internasional Dr Zakir Naik memberikan ceramah di hadapan puluhan ribu jamaah yang hadir di Gymnasium UPI, Kota Bandung, Ahad (2/4), selama sekitar satu setengah jam. Selesai berceramah, Zakir Naik mempersilakan peserta yang hadir untuk bertanya. Namun, Ia memprioritaskan peserta non-Muslim untuk memberikan pertanyaan.

Beberapa orang yang beragama non-Muslim beragama Katolik, Kristen Protestan, ateis, dan Buddha melontarkan banyak pertanyaan tentang Nabi Isa, tentang Allah SWT, dan tentang Islam. Dari belasan orang yang bertanya, ada sekitar empat orang yang langsung bersyahadat menyatakan diri masuk Islam. Di antaranya adalah Danalia Permata Sari (26 tahun) beragama Buddha, Novita Luciana (25) beragama Katolik, Kevin beragama Katolik, dan Deni Saputra seorang ateis.

Saat mualaf tersebut membacakan syahadat, banyak peserta yang tak bisa menahan tangisnya. Begitu juga, para mualaf, mereka terbata-bata membacakan dua kalimat syahadat sambil menangis.

Salah satu mualaf yang terus menangis setelah membacakan syahadat adalah Novita Luciana (25). Menurut Novi, Ia tak bisa menahan rasa harunya karena akhirnya bisa memeluk Islam dan membaca syahadat.

Menurut Novi, dirinya mengenal Islam awalnya dari pacarnya yang Muslim. Namun, selama ini pacarnya tak pernah memaksa dirinya untuk masuk Islam. Rasa penasaran justru timbul dari dirinya sendiri. Ia pun, melihat video Zakir Naik di Youtube yang membandingkan tentang Bibel dan Alquran.

"Saya semakin yakin untuk memeluk Islam, setelah melihat video Zakir Naik. Sudah dua tahun, saya nggak ke gereja," katanya.

Novita mengatakan, sudah dua tahun ini mulai mempelajari Islam. Semakin dipelajari, ia merasa cocok karena agama Islam masuk akal dan mudah dipahami. Ia pun, mulai mengomunikasikan keinginan kuatnya untuk masuk Islam kepada orang tuanya.

"Alhamdulillah, saya bisa bertanya langsung ke Zakir Naik dan dibimbing bersyahadat langsung oleh beliau," ujar Novi sambil terus menangis tak bisa menahan harunya.

Bagi Novi, adanya ceramah Zakir Naik di Youtube bisa memudahkan non-Muslim yang ingin mencari tahu tentang Islam. Karena kalau harus membaca buku biasanya Ia susah paham.

"Tadi saya pun dapat jawaban dari Zakir Naik, agar jangan khawatir kehilangan pekerjaan setelah masuk Islam karena Allah yang memberikan rezeki," kata Novi seraya mengatakan bahwa ia sebernarnya sudah belajar shalat dan sudah hapal surah al-Ikhlas, an-Nas, dan al-Falaq.

Sementara menurut Deni Saputra, dia sebenarnya lahir dari orang tua beragama Islam. Namun, kedua orang tuanya bercerai. Jadi, dia pun mempelajari banyak paham. Yakni, dari mulai paham komunis, sosialis, Kristen, Buddha, dan agama yang lainnya.

Namun, sampai sekarang dia belum meyakini satu agama pun. "Saya ke sini untuk menguatkan keyakinan saya, agama apa yang harus saya pilih. Soalnya, saya sering lihat Zakir Naik di Youtube memang masuk akal," katanya.

Deni mengatakan, ia sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada Zakir Naik, yang selama ini mengganjal pikirannya. Ternyata, Zakir Naik bisa menjawab semua pertanyaannya dan menjelaskannya. "Ya, saya mengikrarkan kembali untuk masuk Islam," katanya.