Tampilkan postingan dengan label BAHASAN ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASAN ISLAM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Rajin Shalat Tapi Amal Tidak Dicatat Malaikat, Ternyata Ini Alasannya


Melakukan ibadah yang baik tentu harapan kita mendapatkan amal yang baik pula. Namun ada juga beberapa kegiatan yang baik tapi justru tidak memperoleh apa apa, malah yang diperoleh dosa juga ada. Semua itu tergantung niatnya. Dari niat saja jika niat kita baik langsung dicatat amalnya juga. Begitupun sebaliknya. Sama dengan judul diatas, bahwa Rajin shalat tapi amalnya tidak dicatat malaikat ?? kok bisa ya ??

Rasulullah SAW pernah menyampaikan kekhawatiran tentang sesuatu yang di kemudian hari bisa menjangkiti umatnya. Beliau bersabda, "Sesungguhnya ada sesuatu yang aku takutkan di antara sesuatu yang paling aku takutkan menimpa umatku kelak, yaitu syirik kecil.

Para sahabat bertanya, 'Apakah syirik kecil itu?' Beliau menjawab, riya. Dalam sebuah hadis diceritakan pula bahwa di akhirat kelak akan ada sekelompok orang yang mengeluh, merangkak, dan menangis. Mereka berkata, "Ya Allah di dunia kami rajin melakukan shalat, tapi kami dicatat sebagai orang yang tidak mau melakukan shalat".

Para malaikat menjawab, 'Tidakkah kalian ingat pada waktu kalian melakukan shalat kalian bukan mengharap ridha Allah, tapi kalian mengharap pujian dari manusia, kalau itu yang kalian cari, maka carilah manusia yang kau harapkan pujiannya itu." Jelaslah, bahwa kualitas sebuah amal berbanding lurus dengan kualitas niat yang melatarbelakanginya.

Bila niat kita lurus, maka lurus pula amal kita. Tetapi bila niat kita bengkok, maka amal kita pun akan bengkok. Agar niat kita senantiasa lurus dan ikhlas, alangkah baiknya apabila kita menghayati kembali janji-janji yang selalu kita ucapkan saat shalat, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah seru sekalian alam".

Semoga dengan anda menyempatkan membaca ini, amal ibadah kita semakin ditingkatkan sehingga kita bisa menabung amal kita untuk ditebus dihari akhir nanti. Semoga bermanfaat.

Minggu, 01 Januari 2017

Inilah Sungai Eufrat Yang Kering, Sabda Nabi tentang Kiamat Jadi Kenyataan. Bagikan!!!


Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan ajaran Islam. Sungai yang menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia itu berkali-kali disebutkan dalam berbagai hadis.

Dalam sejarah Islam, Abu Hurairah mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Kiamat tidak akan terjadi sampai (jika) Sungai Eufrat surut sehingga muncul gunungan emas, dimana banyak orang (yang berada di sana) berjuang untuk berebut emas tersebut, hingga kemudian mereka saling membunuh. Sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berjuang. Dan setiap yang terlibat (dalam perang) berkata, ‘mudah-mudahan aku orang yang selamat itu’.”

Dalam riwayat lainnya, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.” (HR Bukhari Muslim).

Imam Bukhari juga meriwayatkan hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda,

“Segera Sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya.” Imam Abu Dawud juga meriwayatkan Hadis yang sama.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah pernah bersabda, bahwa sungai yang mengalir di tiga negara besar, Turki, Suriah, dan Irak itu pada saatnya nanti akan menyingkapkan harta karun yang besar berupa gunung emas.

Selain itu, dalam kitab Al-Burhan fi `alamat Al-Mahdi Akhir Az-Zaman, diungkapkan bahwa keringnya sungai Eufrat merupakan saat datangnya Al-Mahdi sebagai tanda datangnya Kiamat.

Tampaknya, hadis dan riwayat tersebut mulai menjadi kenyataan. Segala fakta yang membuktikan semakin dekatnya kiamat satu per satu terungkap.

Baru-baru ini dilansir dari laman Linkedin, penelitian terbaru yang dilakukan oleh NASA dan Universitas California berhasil mengungkap fakta bahwa kiamat memang sudah dekat. Kedua lembaga itu telah meneliti sistem sungai di Timur Tengah.

“Para ilmuwan menemukan selama tujuh tahun terakhir sejak tahun 2003, debit air sepanjang sungai Tigris dan Eufrat dari mulai Turki, Suriah, Irak dan Iran, telah kehilangan sebanyak 144 juta kilometer kubik, artinya sungai ini semakin mengering,” ujar Irvine dari ilmuwan NASA dan Universitas California, Amerika Serikat, dalam siaran pers bersama para peneliti lainnya, mengatakan sekitar 60 persen dari berkurangnya air ini adalah akibat “pompa air yang terus menghisap air tanah.”

Tak hanya pemberitaan mengeringnya Sungai Eufrat saja, bahkan isu tentang harta karun mulai diperbincangkan di mana-mana.

Dalam sejarah Islam, Bukhari mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Hal tersebut dekat dengan waktu di mana Sungai Eufrat akan surut dan Harta karun emas itu pun mulai terlihat. Maka siapapun tidak diperkenankan untuk mengambilnya".

Polemik tentang ketersediaan air dari sungai selalu mencuat di antara tiga negara yang dilaluinya. Pembangunan DAM selalu menjadi masalah bagi negara-negara ini. Pembuatan DAM di Turki mempengaruhi debit air yang mengalir di Suriah.

Bendungan raksasa Keban yang dibangun di sekitar sungai Eufrat setinggi 210 meter memotong aliran. Dengan kata lain, berhentinya pembuatan DAM di Suriah akan mempengaruhi air di Irak.

Meski belum mencapai tahap perang, tapi perdebatan tentang air masih terjadi di antara negara-negara tersebut. Banyak orang mulai khawatir, bahwa sabda Nabi Muhammad SAW akhirnya menjadi kenyataan.

Rasulullah SAW mengatakan dalam Hadis, jika Eufrat mengering maka akan ada pertempuran setelah itu.

Kekhawatiran ini kian terbukti dari banyaknya pihak yang mengungkap tanda-tanda akhir zaman terkait dengan sungai kering berakhir di Teluk Persia. [Dr]

Merinding... Inilah Isi Wasiat Agung KH Ma'ruf Amin untuk Umat Islam di Tahun 2017


Pergantian waktu adalah satu di antara sekian banyaknya tanda kebesaran Allah Ta'ala. Seorang mukmin harus menghadapinya dengan sepenuh syukur seraya berharap rahmat dan berkah dari Allah Ta'ala. Bersama syukur, sabar juga harus dipupuk. Hanya dengan keduanya, harapan seorang mukmin akan senantiasa menyala dan bercahaya.

Tahun 2016 berlalu. Tahun 2017 sudah di hadapan. Sudah dijalani. Masa lalu adalah pelajaran. Masa kini adalah perjuangan. Esok adalah harapan.

Di awal tahun 2017, harapan seakan menyala dan menemukan momentumnya. Harapannya, esok lebih baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.

Tahun 2017 adalah momentum bagi kaum Muslimin tanah air dan dunia. Berbagai peristiwa di tahun 2016 hendaknya menjadi kaca agar kehidupan makin membaik. 2017 adalah momentum persatuan yang diharapkan makin berkembang di tubuh kaum Muslimin.

"Umat Islam harus bersatu. Umat Islam harus bangkit di segala bidang," ujar Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin di Masjid At-Tiin Jakarta sebagaimana dilansir Tarbawia melalui Republika, Ahad (1/1/17).

Sebelumnya, kaum Muslimin secara global tengah mengalami kekalahan karena kurangnya persatuan. Kaum Muslimin bercerai berai, padahal jumlah dan potensinya amat melimpah.

Kiyai Ma'ruf menegaskan, kaum Muslimin harus bersatu dan mempersiapkan diri untuk mengisi dan berjuang di berbagai wilayah, termasuk ekonomi, budaya, dan bidang lainnya. []

Sabtu, 31 Desember 2016

Dituduh Bid'ah Karena Dzikir di Malam Tahun Baru,Begini Penjelasan Menyejukkan KH M Arifin Ilham


Pimpinan Majlis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham merupakan salah satu dai Nasional dan mancanegara yang menggunakan dzikir dan tausyiah sebagai jalan dakwahnya. Imej dzikir seakan melekat dalam diri kiyai kharismatik yang kerap mengenakan busana serbaputih ini.

Meski dzikirnya tiap bulan dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan ribu di Masjid Az-Zikra Bogor, ada beberapa pendapat yang tidak sepakat. Di dalam Islam, perbedaan adalah keindahan dan rahmat, selama menyangkut hal-hal cabang dan bukan hal pokok dalam Islam.

Di malam pergantian tahun baru Masehi yang akan berlangsung dalam beberapa jam, perbedaan-perbedaan seperti ini sering dikumandangkan dengan sengaja. Jika niatnya mengingatkan, tentu hal tersebut menjadi suatu budaya positif.

Namun, tatkala mengingatkan menjadi ajang mengecap, menuduh, dan menghakimi, komentar-komentar tersebut berubah menjadi hal-hal yang makin menyesakkan dada di tengah berantakannya persatuan kaum Muslimin akhir zaman ini.

Kiyai Muhammad Arifin Ilham sering mengalami hal ini. Apalagi dai kelahiran Banjarmasin ini kerap diminta menjadi pemimpin dzikir di berbagai majlis besar seperti Dzikir Nasional di Masjid At-Tiin Jakarta atau Masjid Az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat.

Kepada mereka yang salah paham dan mengingatkan dengan keliru, KH Muhammad Arifin Ilham menjawab dengan senyum dan menyejukkan jiwa.

Kepada mereka yang menuduh bid'ah bahkan sesat, sang dai hanya berjuar santai, "Majlis ilmu dan dzikir bertepatan malam tahun baru bukan untuk merayakan tahun baru itu, tetapi dalam rangka al-amru bil ma'ruf wannahyu 'anil munkar karena sudah terlalu hebatnya maksiyat malam tahun baru itu." tegas Kiyai Arifin di akun fesbuk pribadinya. [Tarbawia]

Kamis, 29 Desember 2016

Sungguh Indah Pemandangan Ini, Anak-Anak Hafiz RCTI Tertidur dengan Al-Qur'an Hingga Bikin Syekh Ali Jaber Haru


Sungguh pemandangan nan indah jika melihat anak-anak kecil begitu akrab dengan Al-Qur' an. Tidak hanya ketika sedang membaca tapi juga menghafalkan atau memurajaahnya.

Namun, di luar itu, ada pemandangan yang tak kalah indah, yakni melihat anak-anak kecil tertidur dengan Al-Qur'an. Sebuah pemandangan yang begitu sweet. Seperti yang terjadi pada para peserta program menghafal Al-Qur'an dari stasiun televisi RCTI yaitu Hafiz Indonesia.

Dalam foto terlihat 5 anak kecil tertidur dengan pulas. Ada yang berbaring dan ada yang duduk. Mereka memeluk Al-Qur' an atau sekadar Al-Quran ada di pangkuan anggota tubuhnya.

Melihat pemandangan indah tersebut, pendakwah kondang Syekh Ali Jaber ikut terharu. Ia pun melontarkan doa untuk mereka.

"Indahnya anak-anak Hafiz Indonesia biar pun capek tetap tidur sama Al-Qur' an. Pasti mimpi mereka indah. Inilah masa depan negeri kita Indonesia aman dan tanteram di bawah naungan Al-Qur'an," kata Syekh Ali melalui laman jejaring sosialnya.

Para pengikut Syekh Ali di media sosial juga ikut takjub. "Subhanallah..semoga anak-anakku juga bisa seperti mereka ini dan menjadi anak-anak yang soleh dan solehah..aamiin," ujar pemilik akun Iim Munawwarah . seperti dikutip Bersamadakwah